Kurelakan Kesucianku Demi Ibu

Mei 20, 2009 at 10:33 am (Uncategorized)

tidak ada bulan, bahkan tidak ada bintang. jauh diatas sana hanya segerombolan awan gelab yang seakan menghukumku. kupandang keatas sekali lagi ” dasarrrr,,,malam,,yang tak punya hati” teriaku keras, berharap sang awan mendengarku. aku terduduk di tengah derasnya hujan. dan keramaian jalan raya. sebuah bus yang membawa segerombolan pelajar melihat aku bagai seekor babi hutan yang kesasar atau seperti mak lampir yang kehilangan kesaktianya. ” apa ,,lho lihat-lihat” bentakku keras ketika seorang anak mengeluarkan kepalanya. dia semakin heran, kini matanya melihahtku bagai api neraka yang sebentar lagi tubuhnya akan dimasukkan dan di panggang disana. bus itu melaju dan semakin jauh. aku menengadah ke atas hingga butiran2 hujan terasa sakit jatuh di kelopak mataku.
setelah sampai di rumah aku langsung berlari ke kamar mandi. kuambil sabun dan kuguyur tubuhkku dengan air. ” kurang ajar…..aku benci kamu…aku benci kamu..” teriakku sambil menyirami tubuhku dengan air yang serasa bisa menghapuskan semua kotoran di tubuh sekalian jiwaku. aku menangis, menjerit, sekuat-kuatnya. tubuhku gemetar dan pikiranku tertuju pada kejadian tadi di rumah pak saleh.” kamu cantik skali malan ni Yu!!” katanya dengan senyuman tipis, sambil menyentuh pundakku. aku menjauh dan berusaha menjaga jarak. “makasih pak,,bapak memengil aku kesini untuk apa,?” jawabku dengan sedikit kebinggungan.” oh..aku hanya ingin membantu kamu, aku tahu sudah 2 minggu kamu g kekampus bukan? dan kamu berniat berhenti kuliah karna kamu tak bisa bayar uang kuliah kamu bukan?” katanya sambil mendekat.” lantas bapak mau membayar uang kuliahku?” jawabku penasaran.” tentu saja ia dengan satu syarat kamu harus….” lanjutnya sambil menunjuk kearah kemaluanya. aku terkejuta dan langsung pamitan. tapi aku terhenti ketika dia bilang bahwa dia akan membantu pembiayaan operasi ibuku. aku terhenti sejenak. pikiranku membawa aku terbang jauh dan mengingat kata dokter ” jika ibumu tidak di operasi jumat depan maka dia tidak akan bisa bertahan lagi”. aku berbalik dan memandang lekat2 kemata pak saleh. ” berikan dulu uangnya” kataku sambil gemetaran.” ok..tunggu sebentar”. aku menyerahkan tubuhku dan kesucianku, kubiarkan ganasnya tubuh dosenku sendiri menganas bagai setan, bermain kuda di atas tubuhku.
aku bangun sekitar jam 6 pagi, tanpa serapan aku berlari ke rumah sakit. ini adalah kesempatan terakhir untuk ibuku. sampai dirumah sakit aku menemui dokter Ali. ” pagi dok,,,”. dia mempersilahkan aku duduk, ” gimana apa skarang ibumu sudah bisa di operasi, ini coba baca”. dia menyodorkan selembar surat padaku yang berisikan syarat dan biaya yang harus dikeluarkan. syaratany semua keluarga dekat harus menyetujui dengan tanda tangan.” well aku tidak punya keluarga selain ibu” pikirku. tapi tiba2 aku terkejut denga biaya yang terpampang disana. ada 5 juta sementara pak saleh hanya memberiku 2. aku memandang kearah dokter ” apa ini tidak bisa di kurang dok? tanyuku sambil memandang lekat kearah matanya, berharap dia masih punya rasa kasihan. “maaf dek,, biayanya memang segitu”. katanya sambil mendekat kearahku.
” duit mu kurang ?”
aku menundukkan kepala.s eolah aku tak maumenjawab dengan jujur, namun kenyataanya duitku memang kurang.
“tenang aja ni masih stenga tujuh, aku yakin kamu bisa mendapatkanya” doker mendekat dan duduk di atas mejah menghapa kearahku.
aku terkejut ketika tanganya menyentuhku, kucoba untuk melawan namun hatiku luluh ketika ancaman keselamatn ibu kembali menghantuiku. kubiarkan tubuhku dijadikan sebagai budak untuk yang kedua kalinya.
hidup memang kadang harus hina, bahkan lebih hina dari kotoran anjing sekalipaun. air mataku terjatuh. kini aku bukanlah Ayu yang dulu lagi, yang cuek akan segala hal. kupandangi wajah ibuku yang terbaring lemah. “cepatlah sadar ma,, akumenunggumu, aku merindukanmu. aku memeluk ibuku. memeluknya dalam cinta dan kasih sayang meskipun aku tahu pelukan yang aku berikan tidaklah sebanding dengan semua pelukan kasihnya. iuku adalah harta paling berharga bagiku. dulu setelah ayahku pergi dengan wanita lain ibuku harus berjuang sendiri membesarkan aku. bahkan ketika ibuku sehat dia mampu menyekolahkan aku sampai perguruan tinngi. namun sayang 3 bulan yang lalu ibu sakit. dokter bilang di kepala ibuku ada kanker.
kini hidup harus kujalani sendiri meskipun kesucianku tiada lagi bersamaku namun akumasih bersyukur bahwa ibu yang paling berharga bagiku masih akan tetap berada didekatku.

aku melangkah menjauh dari gedung rumah sakit. tiba-tiba Heri muncul dan memangilku. dia melihatku dengan mata tajam. belum bicaraapapun dia memasukkan tangan kekantongany dan mengeluarkan sebuah saput tangan yang sangat aku kenal. ” ni punyamu kan” katanya.
” ia kamu dapat dari mana? tanyaku.
” dari jas bapakku,, katanya ini saput tangan gadis impianya”
aku berlari menjauh sambil menghapus air mataku. dunia seakan lebih kejam dari neraka. sambil menghapus air mataku aku tetap berusaha berlari sekuat-kuatku. kini aku baru sadar bahwa saput tangan itu tertinggal di waktu aku kerumah pak saleh 2 minngu yang lalu”.kini duniaku telah hancur. tidak ada lagi ynag bisa aku lakukan. aku memejamkan mata. kumelangkahkan kaki entah mau kemana. berharap ada sebuah tempat yang akan mengubah cerita hidupku. kusandarkan kepalaku di batu nisan nenekku yang dulu selalu membacakan aku dongeng sebelum tidur. ” ne,, aku lelah aku inggin tidur disini malam ini, bacakan aku donggeng ne..)
“non…bangun non..”
aku terkejut ketika penjaga makam membangunkan aku. rupanya aku tertidur semalamn di makam nenek. kulangkahkan secepat mungkin menuju rumah sakit. kutemui ibu duduk-duduk di atas kasur. aku tersenyum ” hari ini dokterbilang ibu sudah bisa pulang”. dengan cepat2 kau membawa ibu pulang kerumah. aku mellihat ada sesuatu di mata ibu. seperti sebuah kesedihan yang tak terucapkan. kucoba bertanya namun ibu diam saja. aku semakin binggung ketika ibu memelukku sesampainya di rumah. dia memelukku begitu erat sambil menaggis, namun dia tidak bicara sekata pun.
besoknya aku memberi ibu serapan lalu aku berangkat kekampus. aku sempat melihat ibu mengintip aku dari gorden ketika aku sudah menaiki bus. sampai dikampus aku terkejut melihat sifat2 kawanku yang sangat beda dari biasanya.
aku tiba2 melihat heri dan aku mengejarnya bagai kesetanan. ” aku ingin bicara denganmu.” kataku
“kau mau bicara apalagi, aku tidak sudi bicara dengan orang kotor seperti kamu”
aku berhenti, air mata menetes membasahi pipiku.” yah,,aku memang kotor tapi dengarkan dulu.penjelasanku”
“apa..penjelasan aku mau tanya dulu sama kamu,,bagaimana rasanya bersetubuh dengan ayah pacarmua sendiri,,, enak nga???” katanya dengan suara keras.
aku berhenti. kurasakan tubuhku terbakar bagai kena petir. kumelihat setiap mata yang tertujupadaku. mereka menunjuk padaku sambil membuang ludah mereka. heri berhenti dia tersadar bahwa dia telah berbicara terlalu keras, sementara itu aku berlari menjauh dan segera ingin pulang. heri sempat mengejarku namun aku tak menghiraukan nya.
sampai dirumah aku langsung berlari kekamar dan menjatuhkan diriku ke tempat tidur. kubiarkan semua hal merasukiku. aku tersadar dan ingat akan ibuku. aku membereskan rambutku dan berjalan menuju kamar ibuku. mataku terbelalak, dunia serasa suda kiamat. aku memeluk ibuku, mengedorgedornay. air mataku mengallir bagai pancuran. aku berteriak sekuat-kuatnya. kutemui sepucuk surat di atsa tempat tidur.
putriku maafkan ibu nak. aku merasa berdosa padamu. aku tak sangup melanjutkan hidupku lagi. aku tahu kau telahmengorbankan semuanya untukku. namun aku tidak kuasa, aku tidak bias melanjutkan hidupku lagi. maafkan yu.suster tina sudah ceritakan apa yang terjadi pada pagi sebelum aku di operasi.
aku tertunduk. aku malu. malu pada siapapun, kini aku tidak berarti lagi, kupandangi baygon sisa ibuku. dan dengan cepat aku eneguknya. hingga aku melihat sesuatu yang gelap. tenang an nyaman. hingga akhirnya aku terlepas dan mengilang. maafkan bu. maafkan Ri

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.